Anoman (Hanoman)

    Anoman berwujud kera putih dalam kisah Ramayana. Anoman adalah tokoh wayang yang sangat terkenal pewayangan. Dalam pedalangan versi Jawa, Anoman tidak hanya tokoh dalam pewayangan Ramayana tetapi juga sampai pada Mahabraharata hingga Wayang Madya (Jaman Prabu Jayabaya di Kediri).

    Dasanama

    1. Anjaniputra (Putra Dewi Anjani)
    2. Bayusiwi (Putra Bathara Bayu)
    3. Bayutanaya (Putra Bathara Bayu)
    4. Kapiwara (Pendeta Kera)
    5. Guruputra (Putra Bathara Guru)
    6. Handayapati (mempunyai kekuatan yang dahsyat)
    7. Yudhawisma (panglima perang)
    8. Maruti (angin)
    9. Palwagaseta (kera putih)
    10. Ramandayapati (putra angkat Rama)
    11. Senggana (panglima perang)
    12. Suwiyuswa (berusia panjang)

    Masa Kecil


    Anoman adalah putra Bathara Guru dan Dewi Anjani. Dikisahkan ketika Dewi Anjani yang sedang bertapa telanjang, menyebabkan kama Bathara Guru terjatuh dan kemudian menyebabkan Dewi Anjani hamil. Setelah lahir, Anoman dibesarkan oleh Bathara Bayu, sehingga menjadi salah satu dari kadang bayu. Salah satu ciri kadang bayu adalah memakai kain poleng, senjata kuku pancanaka. Selain itu Anoman terkenal bisa terbang. Setelah muda Anoman menjadi salah satu prajurit pasukan kera dan bergabung dengan Raja Sugriwa. Versi India menyatakan Anoman adalah anak Bathara Bayu.

    Masa Muda

    Masa muda Anoman menjadi prajurit Raja Sugriwa. Salah satu kisah yang terkenal adalah saat Anoman menjadi utusan/duta ke negara Alengka, sehingga terjadi tragedi terbakarnya istana Alengka (dalam lakon Anoman Duta/Anoman Obong). Dikisahkan setelah berhasil menyusup ke negara Alengka dan menemui Dewi Shinta, Anoman berhasil dilumpuhkan dengan panah Nagapasa oleh Indrajit (putra Rahwana). Akhirnya Anoman dibakar hidup-hidup namun akhirnya Anoman selamat karena pertolongan Dewa Agni yang mendinginkan sifat panas dan membakar dari api.

    Saat anoman menjadi duta dan bertemu dengan Dewi Shinta ditulis dalam serat Rama dalam tembang Kinanthi sebagai berikut :

    Anoman malumpat sampun,
    prapteng witing nagasari,
    mulat mangandhap katingal,
    wanodyayu kuru aking,
    gelung rusak awor kisma,
    ingkang iga – iga keksi

    Pinandeng sarwi tumungkul,
    anoman ngiling-ilingi,
    sarta mirsakken karuna,
    sumedhot tyasira nenggih,
    “Iya iki baya-baya
    Kusuma putri Mantili “

    Medhun ing pragak tumungkul,
    Anoman sarwi ningali,
    Umengetaken sesambat,
    Sangsaya inggil hyang rawi,
    Sakenjing gennya karuna,
    Kusuma Putri Mantili

    Masa Dewasa dan Tua

    Masa tua Anoman dalam pedalangan Jawa masih dikisahkan dalam lakon-lakon Mahabharata hingga pada masa Jayabaya di Kediri. Anoman menikah dengan Dewi Urangrayung, putri Begawan Mintuna/Minalodra berputra Trigangga/Trihangga/Triyangga. Pernikahan kedua dengan Dewi Purwati, berputra Bambang Purwaganti, dan ketiga menikah dengan Dewi Sayempraba.

    Pada masa tua Anoman menjadi seorang pertapa bernama Begawan Mayangkara di pertapaan Kendalisada. Dalam cerita mahabharata sering anoman menjadi penasihat Bima/Werkudara. Turut dalam lakon-lakon pedalangan mengalahkan Kurawa saat mempertahankan Mahkota Rama yang diwangsitkan oleh Begawan Kesawasidi (lakon Wahyu Makutarama).

    Akhir kisahnya gugur oleh Prabu Yaksadewa yang berniat melamar putri Prabu Jayabaya di Mamenang. Kisah ini memang sudah menjadi pilihan dan garis kehidupan Anoman sendiri.

    Sisi lain Anoman

    Nama Anoman banyak dikaitkan dengan anom yang berarti muda. Layaknya seorang pemuda harus cekatan, kuat, berani dan tanggungjawab. Anoman juga dianggap sebagai seorang satria yang menyatu dengan brahmana. Saat muda menjadi satria, kemudian menjadi resi, dan gugur sebagai seorang ksatria.

    Wanda Anoman

    1. Senggana
    2. Wantah
    3. Lintih
    4. Barat
    5. Renggani (Anoman Triwikrama)
    6. Nata

    Oleh :  e-wayang

    Sumber :

    1. Wanda Ringgit Purwa, Moelyono S.
    2. Rupa dan Karakter Wayang Purwa, Heru S.Sudjarwo.
    3. Leather Gods and Wooden Heroes, David Irvine
    4. Wayang Kulit Purwa, Soekatno BA.