Pahatan Digital

    Seni pahat dalam wayang kulit telah didefinisikan dengan terstruktur oleh para empu pembuat wayang. Jenis perabot, lipatan busana, jamang, sumping telah mempunyai bentuk-bentuk dasar jenis pahatan yang telah terstruktur. Menurut Sukir (1980), jenis-jenis pahatan dalam wayang antara lain:

    1. Bubukan, berwujud bulat kecil-kecil.
    2. Tratasan, pahatan lurus dan pendek.
    3. Untu Walang/gigi belalang, berupa pahatan yang digunakan untuk pinggir kain.
    4. Bubukan iring/Bubuk Miring
    5. Mas-masan, digunakan untuk pinggiran perlengkapan pakaian yang terbuat dari emas, seperti sumping, jamang, dll.
    6. Gubahan/Isen-isen, pahatan yang digunakan untuk mengisi bagian yang kosong pada bagian yang belum dipahat.
    7. Srunen/Sruni, adalah pahatan yang digunakan mengisi sumping.
    8. Inten-intenan, adalah pahatan yang digunakan untuk mengisi sumping, biasanya berselang-seling dengan srunen.
    9. Sekar katu, untuk isian
    10. Patran, pahatan untuk isi relung daun-daunan, biasa digunakan untuk praba atau gunungan.
    11. Seritan, pahatan yang digunakan untuk rambut.
    12. Sembuliyan, pahatan yang digunakan untuk menggambarkan lipatan kain/wiru.

    Para empu penatah wayang juga memberikan petunjuk bagaimana memulai dan mengakhiri proses memahat wayang. Beberapa pemahat memulai dari telinga atau dari kaki dengan proses akhir terletak pada bagian wajah. Membedah adalah aktifitas untuk memahat bagian muka yang terdiri dari hidung, mulut, gigi dan posisi mata, serta perwajahan.