Pahatan Digital

Menurut Sukir (1980), jenis-jenis pahatan dalam wayang antara lain: Bubukan, berwujud bulat kecil-kecil. Tratasan, pahatan lurus dan pendek. Untu Walang/gigi belalang, berupa pahatan yang digunakan untuk pinggir kain. Bubukan iring/Bubuk Miring Mas-masan, digunakan untuk pinggiran perlengkapan pakaian yang terbuat dari emas, seperti sumping, jamang, dll. Gubahan/Isen-isen, pahatan yang digunakan untuk mengisi bagian yang kosong pada bagian yang belum dipahat. Srunen/Sruni, adalah pahatan yang digunakan mengisi sumping. Inten-intenan, adalah pahatan yang digunakan untuk mengisi sumping, biasanya berselang-seling dengan srunen. Sekar katu, untuk isian Patran, pahatan untuk isi relung daun-daunan, biasa digunakan untuk praba atau gunungan. Seritan, pahatan yang digunakan untuk rambut. Sembuliyan, pahatan yang digunakan untuk menggambarkan lipatan kain/wiru. Para empu penatah wayang juga memberikan petunjuk bagaimana memulai dan mengakhiri proses memahat wayang. Beberapa pemahat memulai dari telinga atau dari kaki dengan proses akhir terletak pada bagian wajah. Membedah adalah aktifitas untuk memahat bagian muka yang terdiri dari hidung, mulut, gigi dan posisi mata, serta perwajahan.

Indonesian

World Puppet

Informasi seputar dunia pewayangan

Brajadenta, putra Pringgondani yang mbalela

Brajadenta adalah putra ketiga Prabu Arimbaka, adik Prabu Arimba da

....

JATAYU

Garuda Jatayu adalah putra resi Briswawa.

....

Narayana

NARAYANA

....

1378M

Prabu Brawijaya dari Majapahit menyempurnakan gambar wayang dengan menambahkan warna/sunggingan pada tahun 1378 M atau 1300 Saka. Sengkalan yang menandai peristiwa ini adalah tanpa sirna gunaning atmaja.