welcome to

e-wayang

nguri-uri lan memetri kabudayan

  • Bahasa Indonesia
  • English

Produk

Sungging Digital

Dalam sunggingan juga mendeskripsikan sifat dan karakter wayang serta menentukan jenis wanda.

Pahatan Digital

Menurut Sukir (1980), jenis-jenis pahatan dalam wayang antara lain: Bubukan, berwujud bulat kecil

e-wayang

  1. Wayang Ukur koleksi ITB

    Wayang, kok begitu wujudnya ya?

    Hari Minggu, 29 Agustus 2010 lalu di Gedung Kautaman Pewayangan menggelar wayang ukur dengan lakon Sumantri Senopati. Pagelaran tersebut diselenggarakan oleh SENAWANGI dan PEPADI didukung oleh Pondok Seni Sukasman dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

  2. Wayang Klithik atau Wayang Krucil?

    Sering kali kita mengalami kerancuan untuk menyebut mana wayang klithik dan mana yang disebut wayang krucil. Berikut ini kami rangkum dari beberapa tulisan bahwa sesungguhnya penyebutan sama, keduanya menunjuk pada satu jenis wayang.

  3. Wayang Wewayangan

    Wujud Kriya Wayang Kulit

    Wayang kulit memiliki wujud yang unik. Unik yang dimaksud disini adalah wujud wayang mempunyai pengertian sebagai sebuah karya ekspresionis. Menurut  keterangan Sutrisno (1964) yang dimaksud sebagai seni rupa wayang merupakan gambar ekspresif dekoratif yang diterapkan pada wujud wayang.

  4. Gareng

    Gareng adalah salah satu panakawan untuk keturunan trah Witaradya. Gareng juga tidak disebutkan dalam kitab Mahabharata, sehingga Gareng merupakan wayang hasil gubahan asli Indonesia.

World Puppet

Informasi seputar dunia pewayangan

Anoman

Anoman berwujud kera putih dalam kisah Ramayana.

....

Wisanggeni

Wisanggeni adalah cucu Bathara Brahma.

....

Dewi Kunthi

Dewi Kunthi adalah keturunan keluarga Yadawa.

....

903 M

Diperkirakan seni pertunjukan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun, kegeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukan wayang berasal dari Prasasti Balitung pada tahun 907 M yang berbunyi si Galigi mawayang buat Hyang mawacarita bimma ya kumara.